Product SiteDocumentation Site

8.9. Konfigurasi Lain: Sinkronisasi Waktu, Log, Berbagi Akses...

Beberapa elemen yang ada pada bagian ini cukup baik untuk diketahui oleh siapa saja yang ingin menguasai seluruh aspek konfigurasi sistem GNU/Linux. Akan tetapi, mereka diperlakukan secara ringkat dan seringkali menacu ke dokumentasi.

8.9.1. Zonawaktu

The timezone, configured during initial installation, is a configuration item for the tzdata package. To modify it, use the dpkg-reconfigure tzdata command, which allows you to choose the timezone to be used in an interactive manner. Its configuration is stored in the /etc/timezone file. Additionally, the corresponding file in the /usr/share/zoneinfo directory is copied into /etc/localtime; this file contains the rules governing the dates where daylight saving time is active, for countries that use it.
Ketika Anda perlu mengubah zonawaktu sementara, gunakan variabel lingkungan TZ, yang mana diprioritaskan daripada sistem standar yang terkonfigurasi:
$ date
Thu Feb 19 11:25:18 CET 2015
$ TZ="Pacific/Honolulu" date
Thu Feb 19 00:25:21 HST 2015

8.9.2. Sinkronisasi Waktu

Sinkronisasi waktu, yang mungkin nampak mubadzir pada sebuah komputer, sangat penting dalam sebuah jaringan. Karena pengguna tidak memiliki hak akses yang mengizinkan mereka mengubah tanggal dan waktu, hal ini penting agar informasi ini jelas untuk mencegah kebingunan. Lebih jauh, jika seluruh komputer dalam sebuah jaringan tersinkronisasi memungkinkan referensi-silang informasi yang lebih baik dari log pada mesin yang berbeda. Nah, pada saat terjadi serangan, akan mudah untuk merekonstruksi kronologi urutan aksi pada berbagai mesin yang terlibat kompromi. Data yang dikumpulkan beberapa mesin untuk tujuan statistik tidak akan bermanfaat jika mereka tidak tersinkronisasi.

8.9.2.1. Untuk Workstation

Karena stasiun kerja direboot secara reguler (bahkan jika hanya untuk menghemat energi), mensinkronisasinya dengan NTP saat booting sudah cukup. Untuk melakukannya, install paket ntpdate. Anda dapat mengubah server NTP yang digunakan jika diperlukan dengan memodifikasi berkas /etc/default/ntpdate.

8.9.2.2. Untuk Server

Server jarang sekali direboot, dan sangat penting untuk waktu sistemnya agar benar. Untuk mengelola waktu yang benar secara permanen, Anda boleh menginstall server NTP lokal, sebuah layanan yang ditawarkan dalam paket ntp. Dalam konfigurasi standarnya, server akan menyinkronkan dengan pool.ntp.org dan menyediakan waktu sebagai respon dari permintaan yang datang dari jaringan lokal. Anda dapat mengonfigurasinya dengan menyunting berkas /etc/ntp.conf, alternatif yang paling signifikan menjadi server NTP untuk yang mengacunya. Jika jaringan memilik banyak server, ini mungkin akan menarik jika memiliki satu server waktu lokal yang tersinkronisasi dengan server publik dan digunakan sebagai sumber waktu dengan server lain dalam jaringan.

8.9.3. Rotasi Berkas Log

Berkas log dapat tumbuh, cepat, dan perlu untuk mengarsipnya. Skema yang paling umum adalah merotasi arsip: berkas log diarsipkan secara reguler, dan hanya arsip X terkini yang dibiarkan. logrotate, program yang bertanggung jawab untuk rotasi ini, mengikuti arahan yang diberikan berkas /etc/logrotate.conf dan seluruh berkas dalam direktori /etc/logrotate.d/. Administrator boleh memodifikasi berkas ini, jika mereka ingin mengadaptasi kebijakan rotasi log yang ditentukan oleh Debian. Man page logrotate(1) menjelaskan seluruh pilihan yang tersedia dalam berkas konfigurasi ini. Anda mungkin ingin menambah jumlah berkas yang dipertahankan dalam rotasi log, atau memindah berkas log ke direktori tertentu yang didedikasikan untuk mengarsip daripada menghapusnya. Anda dapat pula mengirimkannya melalui email untuk diarsipkan di manapun.
Program logrotate dieksekusi per hari oleh penjadwal program cron (dijelaskan di Bagian 9.7, “Scheduling Tasks with cron and atd).

8.9.4. Berbagi Hak Akses Administrator

Seringkali, beberapa administrator bekerja pada jaringan yang sama. Berbagi password root sangatlah tidak elegan, dan membuka kran fitnah karena anonimitas pembuat yang dibagi. Solusi untuk masalah ini adalah program sudo, yang mengizinkan pengguna tertentu untuk mengeksekusi program tertentu dengan hak akses khusus. Pada kasus yang umum, sudo mengizinkan pengguna yang dipercaya untuk mengeksekusi program sebagai root. Untuk melakukannya, pengguna mengeksekusi sudo perintah dan diotentikasi menggunakan password personal mereka.
Ketika terinstall, paket sudo memberikan hak root penuh ke anggota kelompok Unix sudo. Untuk mendelegasikan hak lainnya, administrator harus menggunakan perintah visudo, yang mengizinkan modifikasi berkas konfigurasi /etc/sudoers (di sini, ini akan menjalankan editor vi, atau editor lain yang ditunjukkan oleh variabel lingkungan EDITOR). Menambahkan sebuah baris dengan namapengguna ALL=(ALL) ALL mengizinkan pengguna yang dimaksud menjalankan perintah sebagai root.
Konfigurasi yang lebih canggih mengizinkan otorisasi hanya pada perintah tertentu ke pengguna tertentu. Seluruh rincian berbagai kemungkinan diberikan pada man page sudoers(5).

8.9.5. Daftar Titik Kait

Berkas /etc/fstab memberikan daftar seluruh kaitan yang mungkin terjadi entah itu secara otomatis ketika booting atau secara manual untuk perangkat storage mudahlepas. Setiap titik kait dideskripsikan dengan beberapa field yang dipisahkan oleh spasi:
  • perangkat untuk dikaitkan: dapat berupa partisi logikal (hard drive, CD-ROM) atau sistemberkas remote (seperti NFS).
    Field ini seringkali digantikan dengan unique ID sistemberkas (yang dapat Anda temukan dengan blkid device) diawali dengan UUID=. Hal ini melindungi dari perubahan nama perangkat ketika penambahan atau pelepasan cakram, atau jika cakram terdeteksi dalam urutan yang berbeda.
  • titik kait: ini merupakan lokasi pada sistemberkas lokal di mana perangkat, sistem remote, atau partisi akan dikaitkan.
  • tipe: filed ini menentukan sistemberkas yang digunakan pada perangkat yang dikait. ext4, ext3, vfat, ntfs, btrfs, xfs merupakan beberapa contoh.
    Daftar lengkap daftar sistemberkas yang diketahui tersedia dalam man page mount(8). Nilai khusus swap adalah untuk partisi swap; nilai khusus auto memberitahukan program mount secara otomatis mendeteksi sistemberkas (yang khususnya berguna untuk pembaca cakram dan kunci USB, karena setiapnya bisa jadi memiliki sistemberkas yang berbeda);
  • pilihan: ada banyak, tergantung pada sistemberkas, dan mereka terdokumentasi dalam man page mount. Umumnya adalah
    • rw atau ro, artinya, masing-masing, bahwa perangkat akan dikait dengan akses baca/tulis (read/write) atau hanya-baca (read-only).
    • noauto nonaktifkan pengaitan otomatis saat booting.
    • nofail mengizinkan boot berlanjut bahkan ketika peranti tidak ada. Pastikan untuk memakai opsi ini bagi drive eksternal yang mungkin dicopot saat Anda boot, karena systemd benar-benar memastikan bahwa semua titik kait yang mesti dikait secara otomatis benar-benar dikait sebelum membiarkan proses boot berlanjut sampai akhir. Perhatikan bahwa Anda dapat menggabung ini dengan x-systemd.device-timeout=5s untuk memberitahu systemd untuk tidak menunggu lebih dari 5 detik bagi peranti untuk muncul (lihat systemd.mount(5)).
    • user mengizinkan semua pengguna untuk mengait sistemberkas ini (sebuah operasi yang hanya dapat dilakukan oleh pengguna root).
    • defaults artinya kelompok pilihan standar: rw, suid, dev, exec, auto, nouser dan async, masing-masign dapat dinonaktifkan secara idividual setelah defaults dengan menambahkan nosuid, nodev dan seterusnya ke blok suid, dev dan seterusnya. Menambahkan pilihan user mengaktifkannya lagi, karena defaults menyertakan nouser.
  • backup: field ini hampir selalu bernilai 0. Ketika bernilai 1, dia memerintahkan alat dump untuk membackup partisi yang berisi data.
  • check order: field terakhir ini menunjukkan apakah akan memeriksa integritas sistemberkas saat booting, dan dalam urutan yang bagaimana pemeriksaan ini dieksekusi. Jika bernilai 0, tidak ada pemeriksaan yang dilakukan. Sistemberkas root harus bernilai 1, sedangkan sistemberkas permanen lainnya memiliki nilai 2.

Contoh 8.5. Example /etc/fstab file

# /etc/fstab: static file system information.
#
# <file system> <mount point>   <type>  <options>       <dump>  <pass>
proc            /proc           proc    defaults        0       0
# / was on /dev/sda1 during installation
UUID=c964222e-6af1-4985-be04-19d7c764d0a7 / ext3 errors=remount-ro 0 1
# swap was on /dev/sda5 during installation
UUID=ee880013-0f63-4251-b5c6-b771f53bd90e none swap sw  0       0
/dev/scd0       /media/cdrom0   udf,iso9660 user,noauto 0       0
/dev/fd0        /media/floppy   auto    rw,user,noauto  0       0
arrakis:/shared /shared         nfs     defaults        0       0
Entri terakhir dalam contoh ini berupa sebuah sistemberkas jaringan (NFS): direktori /shared/ pada server arrakis dikaitkan pada /shared/ di mesin lokal. Format berkas /etc/fstab didokumentasikan pada man page fstab(5).

8.9.6. locate dan updatedb

Perintah locate dapat menemukan lokasi sebuah berkas ketika Anda hanya tahu bagian namanya. Mengirimkan hasilnya hampir secara instant, karena dia menggunakan basisdata yang menyimpan lokasi seluruh berkas pada sistem; basisdata ini diperbaharui tiap hari oleh perintah updatedb. Ada banyak implementasi dari perintah locate dan Debian mengambil mlocate untuk standar sistemnya.
mlocate cukup pintar, hanya menampilkan berkas yang dapat diakses oleh pengguna yang menjalankan perintah meskipun dia menggunakan basisdata yang mengetahui seluruh berkas pada sistem (implementasi updatedb dijalankan dengan hak akses root). Untuk keamanan ekstra, administrator dapat menggunakan PRUNEDPATHS dalam /etc/updatedb.conf untuk mengecualikan beberapa direktori untuk diindeks.